Jumat, 14 September 2012

naskah drama ujian praktik


KISAH PUTRI ANTAH BERANTAH
NASKAH DRAMA XII IPA 1

Pada suatu zaman, di negeri antabranta , di sebuah desa yang asri, tinggalah suatu keluarga yang berstatus ekonomi lebih dari cukup. Dalam keluarga itu, terdapat seorang ayah yang bekerja sebagai saudagar kaya, dan istri tirinya yang sangat boros beserta dua anak dari si ibu tiri yang sangat keras kepala, pemalas, dan hanya berdandan saja tanpa pernah bekerja. Dan seorang gadis, si anak bungsu di mana dia adalah anak kandung dari sang ayah. Namun, si bungsu ini adalah gadis bisu, lain halnya dengan saudaranya, si bungsu in sangat rajin bekerja dan ia sangat berbakti pada orangtuanya. Sebut saja namanya adalah Ariana.

Pada suatu hari sang ayah harus berniaga keluar pulau. Sang ayah tersebut berpamitan kepada keluarganya.
Ayah         : “Ibu, ayah pergi kerja dulu ya, jaga anak-anak kita baik-baik. Kalau ada keperluan mendadak, silahkan ambil uang ayah dilemari.
Ibu            : “Baiklah ayah, aku akan menjaga anak-anak kita baik-baik dan penuh kasih sayang..” (seraya menatap Ariana dengan tatapan yang sinis. Dan arianapun menundukkan kepalanya karena ia takut dengan sang ibu tiri).
Ayah         : “Anak-anakku yang cantik, Risti dan Rismi, kalian mau oleh-oleh apa?” (tawar ayah)
Risti dan Rismi  : “Aku ingin perhiasan dan baju-baju yang bagus ayah. Aku juga aku ingin perhiasan dan baju-baju yang cantik..” (kata keduanya dengan berebutan)
Ketika ayah bertanya kepada Ariana, semua orang terdiam dan menatap sinis kepada Ariana.
Ariana      : “Aku hanya ingin ayah pulang dengan selamat...” (kata Ariana dengan suara yang tidak jelas, setelah itu tak berani berkata apa-apa).
Ayah         : “Baiklah anak-anakku. Ayah pergi dulu ya, jaga diri kalian baik-baik...” (seraya berjalan keluar untuk melepas kepergian ayah yang mngkin akan lama itu).
Saat itu, di rumah hanya tinggallah sang ibu tiri, Risti, Rismi, dan si bisu Ariana. Tanpa basa-basi, sang ibu langsung membentak-bentak Ariana.
Ibu            : “Hei gadis bisu, dengarkan aku. Kini ayahmu teah berpergian sangat jauh dan lama dan kau akan sendirian. Kau harus melayani kami semua dan mengerjakan semua pekejaan rumah..!!!”
Risti          : “Iya, kau harus melayani kami dan jangan pernah membantah. Kau sekarang adalah pembantu kami semua.” (katanya dengan membentak Ariana)
Rismi        : “Jangan pernah lapor kepada ayah.. mengerti??? (kata Rismi seraya mendorong Ariana hingga terjatuh)
Ariana      : “Kenapa kakak dan ibu berlaku kejam padaku?” (kata Ariana dengan merintih dan logatnya yang tidak jelas itu.
Ibu            : “Sudah! Kau jangan banyak bicara, sadarlah diri kau!! Bicara saja tidak bisa, pakai komentar segala. Ini sapu, bersikan semua ruangan di rumah ini.. (kata sang ibu tii dengan membentak dan melemparkan sapu tersebut kepada Ariana.
Ariana hanya terdiam dan mengambil sapu itu. Sedang kakak-kakaknya menertawainya.
Rismi        : “Ayo Kak, kita masuk ke dalam aja biarkan dia di sini..”
Risti          : “Oke Kak..”
Sementara sang ibu dan dan kedua anaknya meninggalkan temat itu, Ariana menyapu ruangan iu sambil menangis. Ariana merindukan ayahnya yang baru saja pergi jauh.
Ariana      : “Kuatkan aku Tuhan...” (katanya sambil menghapus air matanya).

Beberapa saat kemudian, Risti dan Rismi kembali muncul di hadapan Ariana.
Rismi        : “Eh, gadis bisu aku minta ya, kamu mencarikan untuk kita ramuan kecantikan, sepeti kata orang-orang itu. Aku mau lebih cantik lagi.”
Risti          : “Iya.. kau harus temukan itu, dan jangan pernah kemballi ke rumah ini,sebelum kau mendapatkan ramuannya.”
Ariana      : “Tapi Kak, mungkin tu hanya mitos. Aku harus mencarinya di mana??” (kata Ariana dengan suaranya yang tak jelas itu).
Risti          : “Jangan Kau bantah!! Cepat laksanakan.. atau...”
                   “Ibuuuuuuuuuuu.....”
(Maka muncullah sang ibu tiri yang kejam itu).
Ibu            : “Ada apa lagi anakku?”
Rismi        : “Ini Bu, dia tidak menuruti keinginan kita untuk mencari ramuan kecantikan itu..” (kata Rismi dengan pura-pura menangis).
Risti          : “Iya Ibu, dia sekarang telah berani membantah perintah kita...” (keluh Risti).
Ibu            : “Sekarang kau cepat pergi dan carikan ramuan kecantikan itu untuk anak-anakku yang cantik itu.. jangan pulang sebelum kau temukan ramuannya.” (Kata ibu tiri sambil membentak-bentak).
Risti dan Rismi mendorong Ariana, dan berlalu pergi. Begitu pula dengan sang ibu tiri yang ikut beranjak meninggalkan Ariana.
Dengan muka yang memelas, Arianapun merintih sedih.
Ariana      : “Ya Tuhanku, akku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Ayah pergi. Kakak dan ibukupun begitu kejam dan mempelakukanku bukan seperti anak. Tuhan bagaimana bisa, aku menemukan ramuan kecantikan itu.....” (kata Ariana dengan logat bicara yag tidak jelas dn benar-benar pasrah akan nasibnya itu).
Selanjutnya Ariana keluar dari rumahnya dan mencari ramua kecantikan yang diminta oleh kakak-kakaknya. Ariana berjalan sangat jauh. Ariana kebingungan ke mana ia harus mencari ramuan itu. Hingga sesampainya di suatu perkampungan, Ariana mencoba menanyakan tentang ramuan itu kepada beberapa orang yang dijumpainya. Ariana dengan keadaan gelisah dan kebingungan menanyakan di mana ramuan itu..
Ariana      : “Permisi, apa anda tau di mana letak ramuan kecantikan seperti yang di katakan orang-orang itu..?”
Orang    : “Kau ngomong apa sih?”
(Beralihlah Ariana kepada beberapa orang lainnya untuk menanyakan hal yang sama).
Ariana   : “Apa anda pernah dengar tentang ramuan kecantikan? Anda tahu, di mana tempatnya?”
Namun orang yang ditanyainya itu tidak berkata-kata apapun karena ia tdak tahu apa yang dkiatakan oleh Ariana.
Ariana   : “Anda tau tentang ramuan kecantikan? Ramuan kecantikan.....” (kata Ariana memaksa).
Orang    : “Aku gak tau apa yang kamu katakan itu...”
Ariana melanjutkan perjalanannya untuk bertanya pada orang satunya yang lainnya lagi. Namun dengan jawaban yang sama yang Ariana dapatkan. Ariana berjalan kembali pulang dalam keadaan putus asa. Ariana takut dengan apa yang akan dilakukan oleh ibu dan kakaknya terhadap Ariana kalau Ariana pulang tanpa membawa ramuan yang diminta oleh kakaknya itu.
Sesampainya di rumah, Ariana disambut dengan kasar dan tak wajar.
Risti       : “Eh bisu, mana ramuan kecantikan yang kita minta?”
Rismi     : “Ayo mana.. Apa jangan-jangan mau tak bisa mendapatkannya?”
Ibu         : “Eh bisu, mana yang diminta oleh anak-anakku?”
Ariana   : “Maafkan aku, aku tak bisa mendapatkannya..”
Ibu         : “Terus kenapa kau harus pulang ke rumah ini?” (Bentaknya sambil menendang kaki Ariana).
Ariana   : “Saya sangat capek bu..”
Ibu         : “Enak sekali kau ngomong seperti itu..”
Rismi     : “Usir aja dia, bu..”
Risti       : “Iya, percuma bu, kehadiran si bisu hanya akan menyusahkan kita saja.”
Ibu         : “Kau dengar sendiri kan Ariana? Kita semua sudah muak melihatmu yang menyusahkan kita. Kau tau diri kan?” (kata ibu membentak Ariana).
Ariana  : “Tapi ibu, Ariana mau tingga di mana? Ini kan juga rumah Ariana.. jangan usir  Ariana, ibu... (Kata Ariana dengan mengemis-emis pada ibu tirinya)
Ibu         : “Kau harus pergi sekarang juga. KELUAR!!!” (bentak sang ibu dengan menarik Ariana untuk pergi dari rumah).
Arianapun akhirnya pergi dari rumah itu. Ariana sangat takut dan bingung. Ke mana kakinya harus melangkah. Hari mulai larut dan gelap. Ariana masih tetap berjalan. Untuk mencari tempat untuk ia bermalam. Namun, di tengah perjalanan, Ariana digoda oleh beberapa orang yang mukanya seperti monster atau makhluk aneh..
Monster : “Halo gadis, apa yang kau lakukan di sini malam-malam?” (kata sang monster sambil mencolek-colek Ariana)
Ariana   : “Tidak, jangan kau ganggu aku, ku mohon...” (katanya dengan logatnya yang tidak jelas itu).
Monster : “Ohh rupanya kau adalah gadis bisu. Hahhaha......”
Ariana   : “Biarkan aku pergi. Ku mohon...”
Monster : “Aku tak akan melepaskanmu.... aku lapar nak.. hahahahha..” (katanya yang lagi-lagi mencolek-colek Ariana).
Karena Ariana sangat ketakutan, akhirnya ia melarikan diri dari si monster yang jelek itu. Ariana berlari untuk menyelamatkan diri.
Monster : “Hei gadis bisu, tunggu.. jangan pergi. Aku ingin memakanmu...” (kata si monster sambil berlari pula untuk mengejar Ariana.
Ariana terus berlari sekencang mungkin, hingga ia memutuskan untuk memasuki sebuah hutan yang dikiranya aman dari monster itu.
Dilain tempat,
Monster : “Padahal aku sangat kelaparan, lihatlah badanku kini mulai mengecil... (kata si monster dengan menangis karena kelaparan). Akhirnya ia berlalu pergi.
Di hutan, Ariana merasa sangat ketakutan, baru saat itu ia memasuki suatu hutan yang gelap dan menyeramkan. Ariana mencari tempat yang tepat untuk ia bermalam. Dan kebetulan, di situ ada sebuah sungai, maka Arianapun mendekati sungai itu. Karena ia sangat kelelahan, Arianapun membasuh wajahnya dengan air sungai yang segar itu. Karena sangat kelelahan, Arianapun tidur bersandar dekat pohon yang ada dihutan itu. Ariana tertidur sangat lama, namun ia tak sadar, kalau ia telah melewati malam dan pagi, dan beberapa hari telah berlalu.
Di lain tempat,
Di suatu istana, tinggallah seorang pangeran yang tampan dan gagah perkasa, sang ratu memintanya untuk segera menikah, karena usia sang pangeran sudah mencukupi syarat.
Ratu       : “Wahai anakku, ibu ingin kau segera mencari jodohmu..”
Pangeran : “Tapi aku belum mendapatkannya, ibu....”
Ratu       : “Apa kau ingin ibu yang mencarikannya untukmu...”
Pangeran : “Tapi ibu, kalau tidak ada yang cocok dengan hatiku?”
Raja       : “Nak, usiamu sudah sangat dewasa, kau harus segera mencari cinta sejatimu.”
Pangeran : “Iya ayah, aku tahu itu. Ayah pasti berharap aku bisa menggantikan ayah untuk memipin negeri ini kelak.”
Raja       : “Apa kau berkenan, ibu dan ayah mengadakan sayembara untuk mencarikan calon istri yang cocok untukmu, anakku?”
Pangeran : “Apakah itu cara yang tepat, ayah?”
Raja       : “Tidak ada salahnya jika kita mencobanya.. benar kan ibu?”
Pangeran : “Baikah ayah, jika itu keputusan ayah, aku akan menurutinya.
Rajapun  akhirnya memanggil assistant kerajaan untuk mengatur acara sayembara itu.
Raja       : “Wahai tuan Darwin, tolong kau atur acara sayembara untuk mencari calon istri untuk anakku. Kau undang semua wanita yang ada di negeri ini..”
Assistant : “Baiklah rajaku, hamba akan mengaturnya dengan sebaik mungkin.
Sang assistantpun akhirnya berajak dari tempat itu dan segera mengumumkan kepada para wanita yang ada di negeri itu. Sang assistant keliling dari desa satu ke desa lainnya. Hingga sampailah ia di rumah Ariana.
Tok..tok..tok..
Assistant : “Permisi, saya tamu dari kerajaan..” Halo........ Spada...?”
Setelah beberapa kali pak assistant mengucapkan kalimat tersebut, akhirnya sang ibu tiri muncul melihat siapa yang datang.
Ibu         : “Dasar tamu gak tahu diri.. pagi-pagi udah ganggu orang aja..” (kata sang ibu tiri seraya berjaan keluar hendak melihat siapakah sang tamu yang datang itu..”
Assistant : “Permisi......”
Ibu         : “Kau lagi, pagi-pagi sudah minta sumbangan. Dasar kau pasti orang miskin yang malas bekerja ya.. orang kamppung gak tahu diri...........”
Assistant : “Maaf nyonya, izinkan saya memprkenalkan diri saya..”
Ibu         : “Sudah kampungan, belanggu pula!”
Assistant : “Perkenankan saya memperkenalkan diri nyonya.. saya tamu dari kerajaan seberang itu nyonya. Nama saya Darwin Mozartizo Arierans, saya adalah assistant kerajaan, Nyonya..”
Setelah Tuan Darwin memperkenalkan dirinya, sang ibu tiripun mendadak salah tingkah dan langsung merapikan penampilannya (rambut dan pakaian) da mendadak tiba-tiba sok ramah.
Ibu         : “Oh Pak Assistant, ada yang bisa saya bantu...” (katanya sambil senyum-senyum)
Assistant : Sang raja dan ratu akan mengadakan pesta dansa untuk mencarikan calon isteri untuk sang pangeran tercinta kita.. baiklah saya akan membacakan isi dari sayembara ini.”
Maka sang assistantpun membacakan isi dari sayembara itu.
Ibu         : “Sebentar tuan, saya panggil putri-putri saya yang cantik-cantik itu..”
Rismi Risti... kemarilah anakku.... (teriak sang ibu)
Namun Risti dan Rismi yang baru saja bangun tidur keluar dan menemui sang ibu dalam keadaan masih berantakan dan rambut yang acak-acakan..
Risti       : “Iya ibu.. ada apa? Kita masih ngantuk ini.. semalam kita begadang dan karaoke ibu....”
Rismi    : “Iya.. ibu ini..”
Ibu         : “Eh dengarkan ini, ada tamu dari kerajaan yang mau undang kita untuk datang ke pesta dansa...”
Setelah sadar akan ucapan sang ibu, Risti dan Rismi langsung membuka matanya lebar-lebar dan merapikan rambutnya yang sangat berantakan itu. Dan keduanya juga berlagak sok manis...
Tanpa basa-basi, sang assistantpun akhirnya membacakan isi dari sayembara yang dibawanya itu...
Assistant : “Baiklah saya akan membacakan isi sayembara ini....”
Setelah sang assistant membacakan isi sayembara tersebut, Risti dan Rismipun akhirnya merasa kepedean kalau salah satu diantara mereka yang terpilih. Mereka berdua saling meributkan urusan itu.
Ibu         : “Tuan, saya boleh ikut kan? Saya kan walau ibu-ibu gini, saya masih cantik kan?”
Risti dan Rismi  : “Ah ibu.. udah tua gitu kok ganjen banget sih.. enek deh...” (ejek kedua anaknya)
Namun sang asisstant hanya tersenyum pahit atas omongan dari ibu tiri tersebut.
Setelah sang assistant merasa cukup atas apa yang telah ia sampaikan, akhirnya, sang assistant berpamitan pada pemilik rumah.
Assistant : “Baiklah nyonya, saya permisi. Saya harap kalian bisa hadir, terima kasih...”
Ibu, Risti dan Rismi : “Terima kasih pak............ kami pasti datang..”
Pak assistanpun melanjutkan perjalanan untuk menyebarkan sayembara tesebut ke rumah penduduk yang lainnya.
Risti       : “Ibu, ayo kita belanja dan ke salon supaya aku cantik, dan sang pangeran tergila-gila padaku..
Rismi    : “Gak mungkinlah, lihat!! Badanmu kurus kayak tripleks. Pasti sang pangeran milih aku, aku kan lebih seksi dari kamu...
Dan keduanyapun saling memperdebatkan hal tersebut yang tidak jelas dan suasanapun menjadi sangat gaduh dengan suara cempreng mereka.
Dilain tempat, di hutan belantara yang penuh kegelapan dan sangat sunyi....
Arianapun masih tertidur. Selama beberapa hari ini, ia belum juga sadar dari tidurnya. Hingga beberapa saat kemudian, sebuah pohon yang sangat berbeda dengan pohon yang lainnya, tiba-tiba saja ia bergerak melambai-lambaikan daunnya. Dan Arianaoun tak menyadarinya, bahwa pohon itu adalah pohon ajaib. Pohon itu bergerak dan berusaha untuk mengeluarkan tubuhnya dari dalam tanah menuju kepermukaan tanah, hingga akhirnya si pohon ajaib tersebut terlepas dari dalam tanah. Si pohon berjalan mendekati Ariana yang telihat masih tertidur pulas.
Pohon  : “Wahai kau gadis cantik dan baik budinya, sungguh aku tak akan tega membiarkanmu berlarut dalam penderitaanmu.. aku akan menolongmu sayang..”
Beberapa saat setelah mengatakan hal itu, sang pohon mngeluarkan jurusnya. Ia mencoba melakukan beberapa triknya... **
Pohon  : “Kok gak bisa? Apa kekuatanku hilang yaaa....????”
Pohon  : “Baiklah aku akan menggunakan cara yang paling ampuh dari jurus terjituku..” (si pohonpun menari-nari).
“Bil.. gombal... gambil... roti tawar campur keju..
Bil.. gomba... gambil... hilanglah bisumu.......” (begitulah mantera yang si pohon ucapkan).
Hahhahaha.... (si pohon tertawa).
Akhirnya si pohon kembali ke asalnya, karena melihat Ariana yang tiba-tiba menggerakkan tubuhnya.
Arianapun terbangun dalam keadaan sangat memilu...
Hoooaaammm...
Ariana   : “Aku tak tahu sudah berapa lamakah aku tidur di atas tanah ini.. aku laper...”
Karena Ariana tak membawa bekal apapun dari rumahnya, namun ia tak sengaja mengantongi sebuah seruling. Yang pada akhirnya ia ambil dan ia mainkan dengan begitu indahnya..
Suara indah seruling yang dimainkan oleh Ariana, secara tidak sengaja terdengar oleh sang pangeran yang secara kebetulan juga berada di hutan tersebut, hendak berburu, namun yang ia dapatkan adalah permainan seruling Ariana. Akhirnya, sang pangeranpun mencari di mana suara tersebut berasal.
Beberapa saat kemudian, pangeran melihat Ariana yang sedang bermain seruling di depan sungai. Dan sang pangeran mendekatinya.
Pangeran : “Hei kau, permainan serulingmu begitu indah..?”
Namun Ariana sangat ketakutan, akhirnya iapun mundur dan menjauh dari sang pangeran yang dianggapnya orang asing itu.
Pangeran : “Hei kau, jangan lari aku tak akan menyakitimu.. aku orang baik-baik kok..”
Namun Ariana tetap diam saja. Ia sangat trauma akan kejadian saat ia bertemu dengan si monster beberapa hari yang lalu. Sehingga sama halnya dengan apa yang Ariana pikirkan saat ia bertemu dengan sang pangran, yang dikiranya, bahwa sang pangeran tersebut adalah orang asing yang akan berlaku jahat padanya.
Pangeran : “Jangan kau pergi. Tetap tinggallah di sini, aku tak akan menyakitimu. Ku mohon.”
Akhirnya Ariana mencoba percaya terhadap apa yang dikatakan oleh sang pangeran tersebut. Dan sang pangeranpun berjalan mendekatinya.
Pangeran : “Bolehkah kutahu, siapa namamu? Dari mana asalmu..
Namun Ariana berbicara dengan logat yang tak bisa pangeran pahami.
Pangeran : “Kau tak bisa bicara?”
Dan Ariana hanya merespo pertanyaan tersebut hanya dengan mengangguk dan berakhir dengan menundukkan kepalanya.
Pangeran : “Oh, maafkan aku.. aku tak tahu, kalau kau ternyata tak bisa bicara.”
Pangeran : “Kau tahu, dari sekian banyak wanita yang kutemui, hanya kau yang membuatku begitu tersentuh. Mungkin kau adalah jodohku. Wahai putri, sudikah kau menikah denganku?” (ucap sang pangeran seraya memegang tangan Ariana).
Seketika itu, suatu keajaiban yang terjadi pada Ariana..
Ariana  : “Wahai pangeran, jika itu adalah cinta yang tulus dan suci bagimu, maka sungguh suatu penyesalan jika hambamu ini menolaknya..”
Tiba-tiba saja, si pohon ajaib kembali bergerak dan mngucapkan sesuatu..
Pohon  : “Wahai kau, putri yang baik budinya.. atas segala kebaikan, kesabaran, dan kerendahan hatimu itulah, yang telah melahirkan suatu kastil kebahagian yang sangat indah seperti yang kau alami dahulu, dengan apa yang kau dapatkan sekaang. Kau telah mendapatka buahnya sayang.. atas segala perjuanganmu, maka kelak kau akan mendapatkan, apa itu kebahagian yang sejati...”
Akhirnya sang pangeranpun membawa sang putri menuju ke istananya untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya dan seluruh rakyatnya.
Di istana sang raja, pesta telah berlangsung. Telah dihadiri banyak kaum wanita yang telah diundang oleh kerajaan. Dan mereka semua hadir dengan gaun-gaun indah yang dikenakannya. Namun , sang raja dan ratu begitu khawatir karena sang pangeran tiba-tiba menghilang dan tidak ada di seluruh tempat di istana tersebut. Padahal pesta dan pemilihan calon istri untuk sang pangeran akan segera dimulai.
Ratu      : “Ayah, sang pangeran belum juga kembali.. sungguh tak mungkin kalau pesta ini kita batalkan. Sungguh malu ayah... ayah ibu sangat panik dan mencemaskan pangeran. Di mana ia sekarang?” (kata sang ratu dengan raut muka gelisah dan ingin menangis).
Raja       : “Tenang ibu, ia telah menjadi lelaki dewasa. Ia tak akan megecewakan kita.. tenanglah ibu.. ia akan segera kembali. Ayah yakin...” (kata ayah yang berusaha membujuk  ibu).
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening dan semua tamu menatap dua orang yang sedang memasuki istana. Sang pangeran datang dengan menggandeng Ariana yang masih dalam keadaan berantakan.
Pangeran : “Wahai ayah dan ibu.. maafkan aku yang telah membuatmu cemas. Ayah ibu, dan semua para tamu. Perkenalkan, dia adalah Ariana. Dia adalah wanita yang kupilih untuk menjadi istriku.
Raja dan Ratupun berjalan mendekat.
Raja             : “Wahai anakku, jika itu pilihanmu, kami akan menerimanya dengan tangan terbuka.”
Ratu             : “Baiklah sayangku, izinkan assistanku mendandanimu menjadi seorang putri..” (kata sang ratu kepada Ariana).
Assistanpun mendekati Ariana dan mengajaknya masuk ke dalam untuk didandani menjadi seorang putri..
Beberapa saat kemudian, Ariana yang jelek dan acak-acakan akhirnya menjadi seorang putri yang cantik jelita. Dan ibu tiri dan kakak-kakak tirinya akhirnya berlari mendekatinya untuk minta maaf pada Ariana. Dan ayah Arianapun turut hadir dalam pesta itu. Pangeran dan Arianapun akhirnya menikah, dan merekapun hidup bahagia selamanya.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please welcome :)