KISAH PUTRI ANTAH BERANTAH
NASKAH
DRAMA XII IPA 1
Pada suatu zaman, di negeri antabranta , di sebuah desa yang asri,
tinggalah suatu keluarga yang berstatus ekonomi lebih dari cukup. Dalam
keluarga itu, terdapat seorang ayah yang bekerja sebagai saudagar kaya, dan
istri tirinya yang sangat boros beserta dua anak dari si ibu tiri yang sangat keras
kepala, pemalas, dan hanya berdandan saja tanpa pernah bekerja. Dan seorang
gadis, si anak bungsu di mana dia adalah anak kandung dari sang ayah. Namun, si
bungsu ini adalah gadis bisu, lain halnya dengan saudaranya, si bungsu in
sangat rajin bekerja dan ia sangat berbakti pada orangtuanya. Sebut saja
namanya adalah Ariana.
Pada suatu hari sang ayah harus berniaga keluar pulau. Sang ayah
tersebut berpamitan kepada keluarganya.
Ayah : “Ibu, ayah pergi kerja dulu ya, jaga anak-anak kita
baik-baik. Kalau ada keperluan mendadak, silahkan ambil uang ayah dilemari.
Ibu : “Baiklah ayah, aku akan menjaga anak-anak kita
baik-baik dan penuh kasih sayang..” (seraya menatap Ariana dengan tatapan yang
sinis. Dan arianapun menundukkan kepalanya karena ia takut dengan sang ibu
tiri).
Ayah : “Anak-anakku yang cantik, Risti dan Rismi, kalian mau
oleh-oleh apa?” (tawar ayah)
Risti dan Rismi : “Aku ingin perhiasan dan baju-baju yang bagus
ayah. Aku juga aku ingin perhiasan dan baju-baju yang cantik..” (kata keduanya
dengan berebutan)
Ketika ayah bertanya kepada
Ariana, semua orang terdiam dan menatap sinis kepada Ariana.
Ariana : “Aku hanya ingin ayah pulang dengan
selamat...” (kata Ariana dengan suara yang tidak jelas, setelah itu tak berani
berkata apa-apa).
Ayah : “Baiklah anak-anakku. Ayah pergi dulu ya, jaga diri kalian
baik-baik...” (seraya berjalan keluar untuk melepas kepergian ayah yang mngkin
akan lama itu).
Saat itu, di rumah hanya tinggallah sang ibu tiri, Risti, Rismi, dan si
bisu Ariana. Tanpa basa-basi, sang ibu langsung membentak-bentak Ariana.
Ibu : “Hei gadis bisu, dengarkan aku. Kini ayahmu teah
berpergian sangat jauh dan lama dan kau akan sendirian. Kau harus melayani kami
semua dan mengerjakan semua pekejaan rumah..!!!”
Risti : “Iya, kau harus melayani kami dan
jangan pernah membantah. Kau sekarang adalah pembantu kami semua.” (katanya
dengan membentak Ariana)
Rismi : “Jangan pernah lapor kepada ayah..
mengerti??? (kata Rismi seraya mendorong Ariana hingga terjatuh)
Ariana : “Kenapa kakak dan ibu berlaku kejam
padaku?” (kata Ariana dengan merintih dan logatnya yang tidak jelas itu.
Ibu : “Sudah! Kau jangan banyak bicara, sadarlah diri kau!!
Bicara saja tidak bisa, pakai komentar segala. Ini sapu, bersikan semua ruangan
di rumah ini.. (kata sang ibu tii dengan membentak dan melemparkan sapu
tersebut kepada Ariana.
Ariana hanya terdiam dan
mengambil sapu itu. Sedang kakak-kakaknya menertawainya.
Rismi : “Ayo Kak, kita masuk ke dalam aja
biarkan dia di sini..”
Risti : “Oke Kak..”
Sementara sang ibu dan dan kedua anaknya meninggalkan temat itu, Ariana
menyapu ruangan iu sambil menangis. Ariana merindukan ayahnya yang baru saja
pergi jauh.
Ariana : “Kuatkan aku Tuhan...” (katanya sambil
menghapus air matanya).
Beberapa saat kemudian,
Risti dan Rismi kembali muncul di hadapan Ariana.
Rismi : “Eh, gadis bisu aku minta ya, kamu
mencarikan untuk kita ramuan kecantikan, sepeti kata orang-orang itu. Aku mau
lebih cantik lagi.”
Risti : “Iya.. kau harus temukan itu, dan
jangan pernah kemballi ke rumah ini,sebelum kau mendapatkan ramuannya.”
Ariana : “Tapi Kak, mungkin tu hanya mitos. Aku
harus mencarinya di mana??” (kata Ariana dengan suaranya yang tak jelas itu).
Risti : “Jangan Kau bantah!! Cepat
laksanakan.. atau...”
“Ibuuuuuuuuuuu.....”
(Maka muncullah sang ibu
tiri yang kejam itu).
Ibu : “Ada apa lagi anakku?”
Rismi : “Ini Bu, dia tidak menuruti keinginan
kita untuk mencari ramuan kecantikan itu..” (kata Rismi dengan pura-pura
menangis).
Risti : “Iya Ibu, dia sekarang telah berani
membantah perintah kita...” (keluh Risti).
Ibu : “Sekarang kau cepat pergi dan carikan ramuan kecantikan
itu untuk anak-anakku yang cantik itu.. jangan pulang sebelum kau temukan
ramuannya.” (Kata ibu tiri sambil membentak-bentak).
Risti dan Rismi mendorong Ariana, dan berlalu pergi. Begitu pula dengan
sang ibu tiri yang ikut beranjak meninggalkan Ariana.
Dengan muka yang memelas,
Arianapun merintih sedih.
Ariana : “Ya Tuhanku, akku tidak memiliki siapa-siapa
lagi. Ayah pergi. Kakak dan ibukupun begitu kejam dan mempelakukanku bukan
seperti anak. Tuhan bagaimana bisa, aku menemukan ramuan kecantikan itu.....”
(kata Ariana dengan logat bicara yag tidak jelas dn benar-benar pasrah akan
nasibnya itu).
Selanjutnya Ariana keluar dari rumahnya dan mencari ramua kecantikan
yang diminta oleh kakak-kakaknya. Ariana berjalan sangat jauh. Ariana
kebingungan ke mana ia harus mencari ramuan itu. Hingga sesampainya di suatu
perkampungan, Ariana mencoba menanyakan tentang ramuan itu kepada beberapa
orang yang dijumpainya. Ariana dengan keadaan gelisah dan kebingungan
menanyakan di mana ramuan itu..
Ariana : “Permisi, apa anda tau di mana letak
ramuan kecantikan seperti yang di katakan orang-orang itu..?”
Orang : “Kau ngomong apa sih?”
(Beralihlah Ariana kepada beberapa orang lainnya untuk menanyakan hal
yang sama).
Ariana : “Apa anda pernah dengar
tentang ramuan kecantikan? Anda tahu, di mana tempatnya?”
Namun orang yang ditanyainya itu tidak berkata-kata apapun karena ia
tdak tahu apa yang dkiatakan oleh Ariana.
Ariana : “Anda tau tentang
ramuan kecantikan? Ramuan kecantikan.....” (kata Ariana memaksa).
Orang : “Aku gak tau apa yang
kamu katakan itu...”
Ariana melanjutkan perjalanannya untuk bertanya pada orang satunya yang
lainnya lagi. Namun dengan jawaban yang sama yang Ariana dapatkan. Ariana
berjalan kembali pulang dalam keadaan putus asa. Ariana takut dengan apa yang
akan dilakukan oleh ibu dan kakaknya terhadap Ariana kalau Ariana pulang tanpa
membawa ramuan yang diminta oleh kakaknya itu.
Sesampainya di rumah, Ariana disambut dengan kasar dan tak wajar.
Risti : “Eh bisu, mana
ramuan kecantikan yang kita minta?”
Rismi : “Ayo mana.. Apa
jangan-jangan mau tak bisa mendapatkannya?”
Ibu : “Eh bisu, mana yang
diminta oleh anak-anakku?”
Ariana : “Maafkan aku, aku tak
bisa mendapatkannya..”
Ibu : “Terus kenapa kau
harus pulang ke rumah ini?” (Bentaknya sambil menendang kaki Ariana).
Ariana : “Saya sangat capek
bu..”
Ibu : “Enak sekali kau
ngomong seperti itu..”
Rismi : “Usir aja dia, bu..”
Risti : “Iya, percuma bu,
kehadiran si bisu hanya akan menyusahkan kita saja.”
Ibu : “Kau dengar sendiri kan Ariana? Kita
semua sudah muak melihatmu yang menyusahkan kita. Kau tau diri kan?” (kata ibu
membentak Ariana).
Ariana : “Tapi ibu, Ariana mau tingga di mana? Ini
kan juga rumah Ariana.. jangan usir
Ariana, ibu... (Kata Ariana dengan mengemis-emis pada ibu tirinya)
Ibu : “Kau harus pergi sekarang juga. KELUAR!!!” (bentak sang
ibu dengan menarik Ariana untuk pergi dari rumah).
Arianapun akhirnya pergi dari rumah itu. Ariana sangat takut dan
bingung. Ke mana kakinya harus melangkah. Hari mulai larut dan gelap. Ariana
masih tetap berjalan. Untuk mencari tempat untuk ia bermalam. Namun, di tengah
perjalanan, Ariana digoda oleh beberapa orang yang mukanya seperti monster atau
makhluk aneh..
Monster : “Halo gadis, apa
yang kau lakukan di sini malam-malam?” (kata sang monster sambil mencolek-colek
Ariana)
Ariana : “Tidak, jangan kau
ganggu aku, ku mohon...” (katanya dengan logatnya yang tidak jelas itu).
Monster : “Ohh rupanya kau adalah gadis bisu. Hahhaha......”
Ariana : “Biarkan aku pergi. Ku
mohon...”
Monster : “Aku tak akan
melepaskanmu.... aku lapar nak.. hahahahha..” (katanya yang lagi-lagi
mencolek-colek Ariana).
Karena Ariana sangat ketakutan, akhirnya ia melarikan diri dari si
monster yang jelek itu. Ariana berlari untuk menyelamatkan diri.
Monster : “Hei gadis bisu, tunggu.. jangan pergi. Aku ingin
memakanmu...” (kata si monster sambil berlari pula untuk mengejar Ariana.
Ariana terus berlari sekencang mungkin, hingga ia memutuskan untuk
memasuki sebuah hutan yang dikiranya aman dari monster itu.
Dilain tempat,
Monster : “Padahal aku
sangat kelaparan, lihatlah badanku kini mulai mengecil... (kata si monster
dengan menangis karena kelaparan). Akhirnya ia berlalu pergi.
Di hutan, Ariana merasa sangat ketakutan, baru saat itu ia memasuki
suatu hutan yang gelap dan menyeramkan. Ariana mencari tempat yang tepat untuk
ia bermalam. Dan kebetulan, di situ ada sebuah sungai, maka Arianapun mendekati
sungai itu. Karena ia sangat kelelahan, Arianapun membasuh wajahnya dengan air
sungai yang segar itu. Karena sangat kelelahan, Arianapun tidur bersandar dekat
pohon yang ada dihutan itu. Ariana tertidur sangat lama, namun ia tak sadar,
kalau ia telah melewati malam dan pagi, dan beberapa hari telah berlalu.
Di lain tempat,
Di suatu istana, tinggallah seorang pangeran yang tampan dan gagah
perkasa, sang ratu memintanya untuk segera menikah, karena usia sang pangeran
sudah mencukupi syarat.
Ratu : “Wahai anakku, ibu
ingin kau segera mencari jodohmu..”
Pangeran : “Tapi aku belum mendapatkannya, ibu....”
Ratu : “Apa kau ingin ibu
yang mencarikannya untukmu...”
Pangeran : “Tapi ibu, kalau tidak ada yang cocok dengan hatiku?”
Raja : “Nak, usiamu sudah
sangat dewasa, kau harus segera mencari cinta sejatimu.”
Pangeran : “Iya ayah, aku
tahu itu. Ayah pasti berharap aku bisa menggantikan ayah untuk memipin negeri
ini kelak.”
Raja : “Apa kau berkenan, ibu dan ayah mengadakan sayembara untuk
mencarikan calon istri yang cocok untukmu, anakku?”
Pangeran : “Apakah itu cara yang tepat, ayah?”
Raja : “Tidak ada salahnya
jika kita mencobanya.. benar kan ibu?”
Pangeran : “Baikah ayah, jika itu keputusan ayah, aku akan menurutinya.
Rajapun akhirnya memanggil
assistant kerajaan untuk mengatur acara sayembara itu.
Raja : “Wahai tuan Darwin, tolong kau atur acara sayembara untuk
mencari calon istri untuk anakku. Kau undang semua wanita yang ada di negeri
ini..”
Assistant : “Baiklah rajaku, hamba akan mengaturnya dengan sebaik
mungkin.
Sang assistantpun akhirnya berajak dari tempat itu dan segera
mengumumkan kepada para wanita yang ada di negeri itu. Sang assistant keliling
dari desa satu ke desa lainnya. Hingga sampailah ia di rumah Ariana.
Tok..tok..tok..
Assistant : “Permisi, saya tamu dari kerajaan..” Halo........
Spada...?”
Setelah beberapa kali pak assistant mengucapkan kalimat tersebut,
akhirnya sang ibu tiri muncul melihat siapa yang datang.
Ibu : “Dasar tamu gak tahu
diri.. pagi-pagi udah ganggu orang aja..” (kata sang ibu tiri seraya berjaan
keluar hendak melihat siapakah sang tamu yang datang itu..”
Assistant : “Permisi......”
Ibu : “Kau lagi, pagi-pagi sudah minta sumbangan. Dasar kau
pasti orang miskin yang malas bekerja ya.. orang kamppung gak tahu
diri...........”
Assistant : “Maaf nyonya,
izinkan saya memprkenalkan diri saya..”
Ibu : “Sudah kampungan, belanggu pula!”
Assistant : “Perkenankan
saya memperkenalkan diri nyonya.. saya tamu dari kerajaan seberang itu nyonya.
Nama saya Darwin Mozartizo Arierans, saya adalah assistant kerajaan, Nyonya..”
Setelah Tuan Darwin memperkenalkan dirinya, sang ibu tiripun mendadak
salah tingkah dan langsung merapikan penampilannya (rambut dan pakaian) da
mendadak tiba-tiba sok ramah.
Ibu : “Oh Pak Assistant, ada yang bisa saya bantu...” (katanya
sambil senyum-senyum)
Assistant : Sang raja dan
ratu akan mengadakan pesta dansa untuk mencarikan calon isteri untuk sang
pangeran tercinta kita.. baiklah saya akan membacakan isi dari sayembara ini.”
Maka sang assistantpun
membacakan isi dari sayembara itu.
Ibu : “Sebentar tuan, saya panggil putri-putri saya yang
cantik-cantik itu..”
Rismi Risti... kemarilah
anakku.... (teriak sang ibu)
Namun Risti dan Rismi yang
baru saja bangun tidur keluar dan menemui sang ibu dalam keadaan masih berantakan
dan rambut yang acak-acakan..
Risti : “Iya ibu.. ada apa? Kita masih ngantuk
ini.. semalam kita begadang dan karaoke ibu....”
Rismi : “Iya.. ibu ini..”
Ibu : “Eh dengarkan ini, ada tamu dari kerajaan yang mau undang
kita untuk datang ke pesta dansa...”
Setelah sadar akan ucapan sang ibu, Risti dan Rismi langsung membuka
matanya lebar-lebar dan merapikan rambutnya yang sangat berantakan itu. Dan
keduanya juga berlagak sok manis...
Tanpa basa-basi, sang assistantpun akhirnya membacakan isi dari sayembara
yang dibawanya itu...
Assistant : “Baiklah saya
akan membacakan isi sayembara ini....”
Setelah sang assistant membacakan isi sayembara tersebut, Risti dan
Rismipun akhirnya merasa kepedean kalau salah satu diantara mereka yang
terpilih. Mereka berdua saling meributkan urusan itu.
Ibu : “Tuan, saya boleh ikut kan? Saya kan walau ibu-ibu gini,
saya masih cantik kan?”
Risti dan Rismi : “Ah ibu.. udah tua gitu kok ganjen banget
sih.. enek deh...” (ejek kedua anaknya)
Namun sang asisstant hanya
tersenyum pahit atas omongan dari ibu tiri tersebut.
Setelah sang assistant merasa cukup atas apa yang telah ia sampaikan,
akhirnya, sang assistant berpamitan pada pemilik rumah.
Assistant : “Baiklah
nyonya, saya permisi. Saya harap kalian bisa hadir, terima kasih...”
Ibu, Risti dan Rismi :
“Terima kasih pak............ kami pasti datang..”
Pak assistanpun melanjutkan perjalanan untuk menyebarkan sayembara
tesebut ke rumah penduduk yang lainnya.
Risti : “Ibu, ayo kita belanja dan ke salon
supaya aku cantik, dan sang pangeran tergila-gila padaku..
Rismi : “Gak mungkinlah, lihat!! Badanmu kurus
kayak tripleks. Pasti sang pangeran milih aku, aku kan lebih seksi dari kamu...
Dan keduanyapun saling memperdebatkan hal tersebut yang tidak jelas dan
suasanapun menjadi sangat gaduh dengan suara cempreng mereka.
Dilain tempat, di hutan belantara yang penuh kegelapan dan sangat
sunyi....
Arianapun masih tertidur. Selama beberapa hari ini, ia belum juga sadar
dari tidurnya. Hingga beberapa saat kemudian, sebuah pohon yang sangat berbeda
dengan pohon yang lainnya, tiba-tiba saja ia bergerak melambai-lambaikan
daunnya. Dan Arianaoun tak menyadarinya, bahwa pohon itu adalah pohon ajaib.
Pohon itu bergerak dan berusaha untuk mengeluarkan tubuhnya dari dalam tanah
menuju kepermukaan tanah, hingga akhirnya si pohon ajaib tersebut terlepas dari
dalam tanah. Si pohon berjalan mendekati Ariana yang telihat masih tertidur
pulas.
Pohon : “Wahai kau gadis cantik dan baik budinya,
sungguh aku tak akan tega membiarkanmu berlarut dalam penderitaanmu.. aku akan
menolongmu sayang..”
Beberapa saat setelah
mengatakan hal itu, sang pohon mngeluarkan jurusnya. Ia mencoba melakukan
beberapa triknya... **
Pohon : “Kok gak bisa? Apa kekuatanku hilang
yaaa....????”
Pohon : “Baiklah aku akan menggunakan cara yang
paling ampuh dari jurus terjituku..” (si pohonpun menari-nari).
“Bil.. gombal... gambil...
roti tawar campur keju..
Bil.. gomba... gambil...
hilanglah bisumu.......” (begitulah mantera yang si pohon ucapkan).
Hahhahaha.... (si pohon
tertawa).
Akhirnya si pohon kembali ke asalnya, karena melihat Ariana yang
tiba-tiba menggerakkan tubuhnya.
Arianapun terbangun dalam
keadaan sangat memilu...
Hoooaaammm...
Ariana : “Aku tak tahu sudah
berapa lamakah aku tidur di atas tanah ini.. aku laper...”
Karena Ariana tak membawa bekal apapun dari rumahnya, namun ia tak
sengaja mengantongi sebuah seruling. Yang pada akhirnya ia ambil dan ia mainkan
dengan begitu indahnya..
Suara indah seruling yang dimainkan oleh Ariana, secara tidak sengaja
terdengar oleh sang pangeran yang secara kebetulan juga berada di hutan
tersebut, hendak berburu, namun yang ia dapatkan adalah permainan seruling
Ariana. Akhirnya, sang pangeranpun mencari di mana suara tersebut berasal.
Beberapa saat kemudian, pangeran melihat Ariana yang sedang bermain
seruling di depan sungai. Dan sang pangeran mendekatinya.
Pangeran : “Hei kau,
permainan serulingmu begitu indah..?”
Namun Ariana sangat ketakutan, akhirnya iapun mundur dan menjauh dari
sang pangeran yang dianggapnya orang asing itu.
Pangeran : “Hei kau, jangan lari aku tak akan menyakitimu.. aku orang
baik-baik kok..”
Namun Ariana tetap diam saja. Ia sangat trauma akan kejadian saat ia
bertemu dengan si monster beberapa hari yang lalu. Sehingga sama halnya dengan
apa yang Ariana pikirkan saat ia bertemu dengan sang pangran, yang dikiranya,
bahwa sang pangeran tersebut adalah orang asing yang akan berlaku jahat
padanya.
Pangeran : “Jangan kau pergi. Tetap tinggallah di sini, aku tak akan
menyakitimu. Ku mohon.”
Akhirnya Ariana mencoba percaya terhadap apa yang dikatakan oleh sang
pangeran tersebut. Dan sang pangeranpun berjalan mendekatinya.
Pangeran : “Bolehkah kutahu, siapa namamu? Dari mana asalmu..
Namun Ariana berbicara dengan logat yang tak bisa pangeran pahami.
Pangeran : “Kau tak bisa bicara?”
Dan Ariana hanya merespo pertanyaan tersebut hanya dengan mengangguk
dan berakhir dengan menundukkan kepalanya.
Pangeran : “Oh, maafkan aku.. aku tak tahu, kalau kau ternyata tak bisa
bicara.”
Pangeran : “Kau tahu, dari sekian banyak wanita yang kutemui, hanya kau
yang membuatku begitu tersentuh. Mungkin kau adalah jodohku. Wahai putri,
sudikah kau menikah denganku?” (ucap sang pangeran seraya memegang tangan
Ariana).
Seketika itu, suatu keajaiban yang terjadi pada Ariana..
Ariana : “Wahai pangeran, jika itu adalah cinta yang
tulus dan suci bagimu, maka sungguh suatu penyesalan jika hambamu ini
menolaknya..”
Tiba-tiba saja, si pohon
ajaib kembali bergerak dan mngucapkan sesuatu..
Pohon : “Wahai kau, putri yang baik budinya.. atas
segala kebaikan, kesabaran, dan kerendahan hatimu itulah, yang telah melahirkan
suatu kastil kebahagian yang sangat indah seperti yang kau alami dahulu, dengan
apa yang kau dapatkan sekaang. Kau telah mendapatka buahnya sayang.. atas
segala perjuanganmu, maka kelak kau akan mendapatkan, apa itu kebahagian yang
sejati...”
Akhirnya sang pangeranpun membawa sang putri menuju ke istananya untuk
diperkenalkan kepada kedua orang tuanya dan seluruh rakyatnya.
Di istana sang raja, pesta telah berlangsung. Telah dihadiri banyak kaum
wanita yang telah diundang oleh kerajaan. Dan mereka semua hadir dengan
gaun-gaun indah yang dikenakannya. Namun , sang raja dan ratu begitu khawatir
karena sang pangeran tiba-tiba menghilang dan tidak ada di seluruh tempat di
istana tersebut. Padahal pesta dan pemilihan calon istri untuk sang pangeran
akan segera dimulai.
Ratu : “Ayah, sang pangeran belum juga kembali.. sungguh tak mungkin
kalau pesta ini kita batalkan. Sungguh malu ayah... ayah ibu sangat panik dan
mencemaskan pangeran. Di mana ia sekarang?” (kata sang ratu dengan raut muka
gelisah dan ingin menangis).
Raja : “Tenang ibu, ia telah menjadi lelaki dewasa. Ia tak akan
megecewakan kita.. tenanglah ibu.. ia akan segera kembali. Ayah yakin...” (kata
ayah yang berusaha membujuk ibu).
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening dan semua tamu menatap
dua orang yang sedang memasuki istana. Sang pangeran datang dengan menggandeng
Ariana yang masih dalam keadaan berantakan.
Pangeran : “Wahai ayah dan
ibu.. maafkan aku yang telah membuatmu cemas. Ayah ibu, dan semua para tamu.
Perkenalkan, dia adalah Ariana. Dia adalah wanita yang kupilih untuk menjadi
istriku.
Raja dan Ratupun berjalan
mendekat.
Raja : “Wahai anakku, jika itu pilihanmu, kami akan
menerimanya dengan tangan terbuka.”
Ratu : “Baiklah sayangku, izinkan assistanku mendandanimu
menjadi seorang putri..” (kata sang ratu kepada Ariana).
Assistanpun mendekati Ariana dan mengajaknya masuk ke dalam untuk
didandani menjadi seorang putri..
Beberapa saat kemudian, Ariana yang jelek dan acak-acakan akhirnya
menjadi seorang putri yang cantik jelita. Dan ibu tiri dan kakak-kakak tirinya
akhirnya berlari mendekatinya untuk minta maaf pada Ariana. Dan ayah Arianapun
turut hadir dalam pesta itu. Pangeran dan Arianapun akhirnya menikah, dan
merekapun hidup bahagia selamanya.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
please welcome :)