Tengah malam J
Saat ini bener2 tengah malam aku
kesekian kalinya menangisi sahabatku yang sangat aku sayangi. Bagaimana enggak,
ketika aku buka folder laptopku dan aku liat kembali kenangan2 yang tersimpan
dalam setiap potret foto. (ya... diantara aku dan dia). Air mata yang tak
sengaja keluar dan rasanya asin, kata orang sih kalo air mata asin itu lambang
dari ketulusan hati dan dalamnya perasaan dari orang yang nangis itu. Aku ga
habis pikir sama keadaan hatinya yang aneh itu.. dia angggap aku apa?? Emang
selama ini kita bukan sahabat gitu?? Aku merasa dia ua ga butuh aku lagi,
benerkah itu? Aku kin sendirian. Padaha bagiku, dengan adanya diapun aku merasa
udah ga butuh sama adit lagi yang jelas2 dia udah terlalu sering nyakitin aku.
Dia sahabatkuuuu, yaa semua orang sudah tau. “Elke Vanissa Feirinda” kami
saling menyayangi.. lihat kenangan kita dulu..
Pas pertama kali aku kenal dia, kita sekelas dan kita sebangku. Kita
mulai saling mengenal satu sama lain. Dia mngenalkan aku sm keluarganya.
Kebersamaan kita yang membuat seluruh dunia iri akan erat pekat kasih sayang
kita. Ingat saat kita karaoke di sutos, sebelumnya kita di supermall dan makan
di restonya. Iya aku ingat kok,mamanya nawarin aku, dan aku pilih siomay. Ingat
juga aku dan dia yang ke kamar mandi, dan untuk pertama kalinya aku menyisirkan
rambutnya. Aku sempatkan wakktu itu, yang padahal saat itu aku ada jadwal terapi
tulang. Tapi kita malah asyik karaokean. Banyak sekali lagu yang kita nyanyiin
dengan segenap perasaan kita. Dia memfoto aku. Iya itu kegiatan kesukaannya,
yaitu memfoto aku tana sepengetahuanku. Kita juga internetan saat sore it dan
aku ingat keprgian kita itu, aku pake baju dia. Tapi saat itu, kita gak bisa
terlalu lama, karena kau harus datang ke tempat terapi tulangku.
Mungkin saat itulah, kita berdua semakin yakin untuk saling menyayangi
dan saling membutuhkan. Ya begitulah, aku teramat sangat menyayangi dia. Karena
dia, segala kegundahan hatiku jadi hilang. Dia satu-satu yang bisa aku sayangi
ketika semua sahabatku yang lainnya berada jauh dari aku.. hari demi hari aku
lewati dengan dia, dan ketika temen-temen sekelas jauhin dia, ngerjain dia, aku
selalu berusaha untuk jadi temen dia. Aku gak mau menceritakan tentang
permasalahan yang membuat dia dikucilkan oleh banyak orang. Yaah, itu hanya
masa lalu. Aku juga ingat, saat LDKS di pondok Darussaam, gak ada yang mau
tidur dengan dia. Aku berusaha untuk menghibur dia, tapi dia tetep ingin
“sendiri”. Di saat itu ku mulai empati sama dia. Hari demi hari kami lewati,
hingga pada akhirnya kamu bener percayya aku untuk segalanya. Banyak hari
bersama yang kita lewati..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
please welcome :)