Rabu, 12 September 2012

cerita persahabatan :)


Tengah malam J
Saat ini bener2  tengah malam aku kesekian kalinya menangisi sahabatku yang sangat aku sayangi. Bagaimana enggak, ketika aku buka folder laptopku dan aku liat kembali kenangan2 yang tersimpan dalam setiap potret foto. (ya... diantara aku dan dia). Air mata yang tak sengaja keluar dan rasanya asin, kata orang sih kalo air mata asin itu lambang dari ketulusan hati dan dalamnya perasaan dari orang yang nangis itu. Aku ga habis pikir sama keadaan hatinya yang aneh itu.. dia angggap aku apa?? Emang selama ini kita bukan sahabat gitu?? Aku merasa dia ua ga butuh aku lagi, benerkah itu? Aku kin sendirian. Padaha bagiku, dengan adanya diapun aku merasa udah ga butuh sama adit lagi yang jelas2 dia udah terlalu sering nyakitin aku. Dia sahabatkuuuu, yaa semua orang sudah tau. “Elke Vanissa Feirinda” kami saling menyayangi.. lihat kenangan kita dulu..
Pas pertama kali aku kenal dia, kita sekelas dan kita sebangku. Kita mulai saling mengenal satu sama lain. Dia mngenalkan aku sm keluarganya. Kebersamaan kita yang membuat seluruh dunia iri akan erat pekat kasih sayang kita. Ingat saat kita karaoke di sutos, sebelumnya kita di supermall dan makan di restonya. Iya aku ingat kok,mamanya nawarin aku, dan aku pilih siomay. Ingat juga aku dan dia yang ke kamar mandi, dan untuk pertama kalinya aku menyisirkan rambutnya. Aku sempatkan wakktu itu, yang padahal saat itu aku ada jadwal terapi tulang. Tapi kita malah asyik karaokean. Banyak sekali lagu yang kita nyanyiin dengan segenap perasaan kita. Dia memfoto aku. Iya itu kegiatan kesukaannya, yaitu memfoto aku tana sepengetahuanku. Kita juga internetan saat sore it dan aku ingat keprgian kita itu, aku pake baju dia. Tapi saat itu, kita gak bisa terlalu lama, karena kau harus datang ke tempat terapi tulangku.
Mungkin saat itulah, kita berdua semakin yakin untuk saling menyayangi dan saling membutuhkan. Ya begitulah, aku teramat sangat menyayangi dia. Karena dia, segala kegundahan hatiku jadi hilang. Dia satu-satu yang bisa aku sayangi ketika semua sahabatku yang lainnya berada jauh dari aku.. hari demi hari aku lewati dengan dia, dan ketika temen-temen sekelas jauhin dia, ngerjain dia, aku selalu berusaha untuk jadi temen dia. Aku gak mau menceritakan tentang permasalahan yang membuat dia dikucilkan oleh banyak orang. Yaah, itu hanya masa lalu. Aku juga ingat, saat LDKS di pondok Darussaam, gak ada yang mau tidur dengan dia. Aku berusaha untuk menghibur dia, tapi dia tetep ingin “sendiri”. Di saat itu ku mulai empati sama dia. Hari demi hari kami lewati, hingga pada akhirnya kamu bener percayya aku untuk segalanya. Banyak hari bersama yang kita lewati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please welcome :)