Jumat, 14 September 2012

MAKALAH KIMIA



 

KATA PENGANTAR


Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan segala nikmatnya dan berkahnya hingga kami mampu menyelesaikan tugas akhir semester bidang studi kimia  ini dengan sebaik-baiknya. Atas dasar terselesaikannya karya ilmiah ini,  kami turut mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang teah terkait dan membantu memudahkan kami dalam menyelesaikan setiap proses demi proses yang harus kami tempuh.
Tak hanya itu, dalam karya ilmiah ini kami akan menjelaskan mengenai suatu tea yang akan kami kupas sehingga ke depannya mungkin dapat bermanfaat bagi para generasi penerus kami. Diantaranya sepeti fakta-fakta yang kami dapatkan dari beberapa narasumber, yaitu browsing internet, kajian pustaka, dan hasil observasi lapangan. Sehingga materi yang akan kami sajikan akan berkesinambungan dan memenuhi tujuan yang telah ditargetkan.
Kepada Bapak Kepala SMA GIKI 1 Surabaya, pembimbing bidang studi kimia, teman-teman kelompok dan para orangtua,  kami ucapkan terima kasih atas dorongan dan motivasi yang telah membantu kami hingga semuanya berjalan lancar. Namun kami tetap menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penyajian karya ilmiah ini. Untuk itu, kami mohon maaf untuk setiap ketidakberkenanan di hati pembaca. Saran dan kritik pasti akan kami terima sebagai acuan untuk lebih baik lagi pada karya-karya selanjutnya.



Surabaya, 20 Oktober 2011




  Penulis















 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
Iii

BAB I    PENDAHULUAN
1

-  Latar Belakang
1

- Rumusan Masalah
1

- Tujuan dan Manfaat
2

BAB II   TELAAH PUSTAKA
3

2.1 Pengertian Korosi
3

2.2 Benda yang dapat Berkorosi
2.3 Faktor Penyebab Terjadinya Korosi
4


BAB III   METODE PENELITIAN
12

3.1 Teknik Penulisan
12

      3.1.1 Metode Studi Kepustakaan
12

      3.1.2 Metode Dokumentasi
12

3.2 Pengolahan Data
12

3.3 Teknik Analisa Data
12
BAB IV     PEMBAHASAN

4.1 Narkotika Masalah Bangsa Kita
13

4.2 Latar Belakang Penggunaannya
14

4.3 Ketergantungan Narkotika
16

4.4 Dampak Penyalahgunaan Narkotika
19

4.5 Cara yang Ditempuh untuk Menanggulanginya
25



BAB V     PENUTUP
37

5.1 Kesimpulan
37

5.2 Saran
38

DAFTAR PUSTAKA
39


LAMPIRAN

  - Daftar Gambar








BAB I

PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang

Penulisan makalah ini kami susun berdasarkan atas tugas dari pembimbing pelajaran kimia kami untuk memenuhi target nilai sebagai tiket mengikuti ujian-ujian selanjutnya. Tak hanya itu, adapula hal-hal yang ingin kami peroleh dari pemilihan tema makalah ini, yaitu kami ingin mengetahui dan mempelajari pengetahuan-pengetahuan yang terkandung dalam pembahasan makalah ini. Berkaitan dengan materi pelajaran kimia semester I pada bab II, yaitu “Reaksi Redoks dan Elektrokimia” pada subbab yang kelima. Melalui tema yang ditentukan yaitu “Cara Pencegahan Korosi” kami mengangat topic dari ilmiah ini dengan judul ‘Elektroplating Nikel dan Krom’.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah tertulis di atas dapat dirumuskan ke dalam rumusan masalah yang akan dikupas diantarannya :

1.3.1   Tujuan Penulisan


§  Untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah mengenai pengkorosian.
§  Mengetahui bagaimana proses terjadinya pengkorosian dan hal-hal yang berkaitan dengan korosi yang terjadi pada benda-benda logam.
§  Mengetahui dampak dan pengaruh dari pengkorosian terhadap benda-benda logam.
§  Mengetahui tentang bagaimana cara-cara agar logam tidak mengalami pengkorosian.


1.3.2   Manfaat Penulisan
§  Mendapat informasi dari beberapa media mengenai hal-hal yang telah terjadi pada logam secara kimiawi (pengkaratan) serta proses-proses lainnya yang  berhubungan dengan kelogaman.
§                                                     Mengetahui secara detail mengenai hal-hal yang berhubungan korosi, penyepuhan serta reaksi-reaksi kimianya.
§  Menambah pengalaman dan pengetahuan, sebab proses kerja ini dilakukan tidak secara teori analitik saja, namun dilakukan langsung di lapangannya.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Apakah korosi itu?
Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi.  Besi merupakan logam yang mudah berkarat.  Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.  Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya.Siapa di antara kita tidak kecewa  bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi.  Pasti tidak ada.  Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi.
Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.  Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda).  Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O. berikut adalah persaan reaksi dari besi yang mengalami pengkorosian:
Anoda: Fe(s) → Fe2+(aq) ) 2e-
Katoda: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l)
Dari reaksi terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air.  Karena itu, besi yang disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang lembab.  Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).

2.2 Apakah Elektroplating itu?
Elektroplating dibuat dengan jalan mengalirkan arus listrik melalui larutan antara logam atau material lain yang konduktif. Dua buah plat logam merupakan anoda dan katoda dihubungkan pada kutub positif dan negatif terminal sumber arus searah (DC). Logam yang terhubung dengan kutub positif disebut anoda dan yang terhubung dengan kutub negatif disebut katoda. Ketika sumber tegangan digunakan pada elektrolit, maka kutub positif mengeluarkan ion bergerak dalam larutan menuju katoda dan disebut sebagai kation. Kutub negatif juga mengeluarkan ion, bergerak menuju anoda
dan disebut sebagai anion. Larutannya disebut elektrolit.
Hubungan antara voltase dalam elektrolit dan kekuatan arus listrik yang mengalir ditunjukkan oleh hukum Ohm yaitu :
gb7611
Besarnya listrik yang mengalir yang dinyatakan dengan Coulomb adalah sama dengan arus listrik dikalikan dengan waktu. Dalam pemakaian secara umum atau dalam pemakaian elektroplating satuannya adalah ampere-jam (Ampere-hour) yang besarnya 3600 coulomb, yaitu sama dengan listrik yang mengalir ketika arus listrik sebesar 1 ampere mengalir selama 1 jam.
Michael Faraday pada tahun 1833 menetapkan hubungan antara kelistrikan dan ilmu kimia pada semua reaksi elektrokimia. Dua hukum Faraday ini adalah :
1. Hukum I : Jumlah dari tiap elemen atau grup dari elemen-elemen yang dibebaskan pada kedua anoda dan katoda selama elektrolisa sebanding dengan jumlah listrik yang mengalir dalam larutan.
2. Hukum II : Jumlah dari arus listrik bebas sama dengan jumlah ion atau jumlah substansi ion yang dibebaskan dengan memberikan sejumlah arus listrik adalah sebanding dengan berat ekivalennya.
Hukum I membuktikan terdapat hubungan antara reaksi kimia dan jumlah total listrik yang melalui elektrolit. Menurut Faraday, arus 1 Ampere mengalir selama 96.496 detik ( 26,8 jam) membebaskan 1,008 gram hidrogen dan 35,437 gram khlor dari larutan asam khlorida encer. Seperti hasil yang ditunjukkan bahwa 96.496 coulomb arus listrik membebaskan satu satuan berat ekivalen ion positif dan negatif. Oleh sebab itu 96.496 coulomb atau kira-kira 96.500 coulomb yang disebut 1 Faraday sebanding dengan berat 1 elektrokimia. Untuk menentukan logam yang terdeposisi dengan arus dan waktu dapat ditentukan :
gb7631
Langkah selanjutnya adalah mengalikan bilangan Faraday dengan bilangan gram yang diendapkan oleh 1 Faraday (gram ekivalen), maka persamaannya menjadi:
gb7641
Untuk menentukan tebal pelapisan yang terjadi perlu diketahui berat jenis dari logam yang terlapis pada katoda. Hubungan berat jenis dengan harga-harga yang lainnya adalah sebagai berikut :
gb7651
Efisiensi plating pada umumnya dinyatakan sebagai efisiensi arus anoda maupun katoda. Efisiensi katoda yaitu arus yang digunakan untuk pengendapan logam pada katoda dibandingkan dengan total arus masuk. Arus yang tidak dipakai untuk pengendapan digunakan untuk penguraian air membentuk gas hidrogen, hilang menjadi panas atau pengendapan logam-logam lain sebagai impuritas yang tak diinginkan. Efisiensi anoda yaitu perbandingan antara jumlah logam yang terlarut dalam elektrolit dibanding dengan jumlah teoritis yang dapat larut menurut Hukum Faraday.Kondisi plating yang baik bila diperoleh efisiensi katoda sama dengan efisiensi anoda, sehingga konsentrasi larutan bila menggunakan anoda aktif akan selalu tetap.
Efisiensi arus katoda sering dipakai sebagai pedoman menilai apakah semua arus yang masuk digunakan untuk mengendapkan ion logam pada katoda sehingga didapat efisisensi plating sebesar 100 % ataukah lebih kecil. Adanya kebocoran arus listrik, larutan yang tidak homogen dan elektrolisis air merupakan beberapa penyebab rendahnya efisiensi.
Elektrolisis air merupakan reaksi samping yang menghasilkan gas hidrogen pada katoda dan gas oksigen pada anoda.Reaksi elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut :
gb7671
Secara praktis efisiensi plating dinyatakan sebagai perbandingan berat nyata terhadap berat teoritis endapan pada katoda.
Apabila logam dimasukkan pada larutan yang mengandung ionnya sendiri akan menimbulkan beda potensial antara logam tersebut dengan larutan. Beda potensial ini disebabkan karena atom dari logam untuk menjadikan satu atau lebih muatan negatif dan lepas ke dalam larutan dalam bentuk ion.
Pada saat yang bersamaan terjadi reaksi kebalikan dalam larutan. Dua reaksi yang berlawanan tersebut berlangsung pada kecepatan yang tidak sama, maka potensial ini akan diatur oleh permukaan logam dan elekrolit yang berhubungan dengan permukaan logam. Akhirnya kondisi setimbang tercapai dimana ionisasi dan pelepasan berlangsung tepat pada kecepatan yang sama. Kesetimbangan ini disebut dengan potensial kesetimbangan atau potensial bolak-balik pada partikel logam pada laruan yang dipergunakan.
gb7681
Potensial elektroda standar berdasarkan skala hidrogen, dimana semua logam-logam sebelum hidrogen pada skala hidrogen mampu menggantikan hidrogen dari larutan yang mengandung ion hidrogen, dan logam-logam setelah hidrogen pada skala hidrogen biasanya tidak dapat menggantikan hidrogen secara langsung. Berikut ini adalah skala hidrogen :
gb7691
Logam seng, timah hitam dan timah putih dinamakan logam dasar karena mudah larut di dalam asam dan ditunjukkan oleh tanda potensial negatif, sedangkan kebalikan dari ketiga logam diatas adalah logam mulia seperi tembaga, perak dan emas ditunjukkan oleh tanda potensial positif.







BAB III
METODOLOGI
3.1  Teknik Penulisan
Dalam pengumpulan data-data saya menggunakan beberapa cara yang dimana itu semua telah memberi saya sejumlah infoormasi yang cukup tepat, diantaranya :
1.      Metode Studi Kepustakaan
 Melalui metode ini saya mendapatkan sejumlah informasi yang bersumber dari:
1.    Buku-buku pengetahuan yang menyangkut tentang hal-hal yang berhubungan dengan lapisan ozon.
2.    Browser-browser dari internet dengan situs-situs tertentu.

2.      Metode Dokumentasi
Melalui ini pula saya mendapat informasi lebih paham karena metode ini berupa gambar-gambar atau foto-foto yang menyangkut hal yang dibahas.

3.      Cara Menganalisis Data
Dengan cara menganalisis data yang telah saya dapatkan dari narasumber, ini telah saya buat dengan cara membuat kesimpulan dari data yang telah saya dapat tersebut.

4.      Metode Observasi
Dengan cara mewawancarai narasumber dari proses penyepuhan yang kita peroleh dari kerja lapangan. Proses kerja didokumentasikan dalam bentuk gambar/videonya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please welcome :)